3 Langkah Memulai Jatuh Cinta Kepada Diri Sendiri

Salah satu yang sering dijadikan motivasi untuk memperbaiki diri adalah kebencian pada diri sendiri. Langsung mengkritik diri sendiri (inner critic) ketika kenyataan yang terjadi enggak sesuai keinginan. Di takaran tertentu, wajar lah. Namanya juga strategi motivasi.

Saya mengamati diri saya sendiri, setiap kenyataan yang terjadi enggak sesuai dengan yang saya inginkan, banyak kritik, bahkan caci maki begitu sadis, saya layangkan ke diri sendiri. Hal ini bisa saya sadari dengan cukup jelas melalui latihan meditasi yang saya lakukan selama ini.

Sekian tahun yang lalu, gagal dalam bisnis, misalnya. Contoh kritik yang saya berikan ke diri sendiri: “Kok saya bisa-bisanya mengambil langkah yang salah itu sih?”. Ada juga pengalaman ditolak oleh orang yang dulunya saya cinta. Saya langsung mengkritik diri sendiri: “Kenapa saya membiarkan diri saya melakukan kebodohan itu?” Ditambah bergumul dengan pertanyaan: “Kenapa harus saya yang dia tolak?”, beserta pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kemudian pengalaman kehilangan seseorang karena direbut yang lainnya padahal baru sayang-sayangnya. Kritik kepada diri saya sendiri: “Emang saya ini selalu tak berhak memiliki seseorang yang saya sayangi. Jatah hidup saya emang sengsara karena selalu kehilangan.” Atau yang paling mainstream, pengalaman patah hati. Kritik andalan saya kepada diri saya sendiri: “Betapa bodohnya saya. Sudah tau dia begitu, kok ya saya masih mau sama dia? Seandainya dulu enggak ketemu dia, tentu saya sekarang ini enggak mengalami patah hati kan.”

Beberapa inner critic tadi saya anggap cukup berhasil memotivasi saya untuk memperbaiki diri, karena memang secara umum sifat kritik itu ndilalah sangat kental dengan nuansa marah, benci, dan nakut-nakuti. Namun inner critic ini diam-diam ternyata bikin batin kita enggak sehat.

Inner critic malah seringkali berpotensi membuat kita tergiring dalam kondisi yang larut dalam sedih dan cemas, memicu diri jadi pemakai narkoba, dan mengalami gangguan pola makan Juga bikin kita cuma punya sedikit teman, kesepian, mengeluarkan kata-kata yang kasar, percaya diri rendah.

Karenanya, saya berlatih 3 langkah memulai jatuh cinta kepada diri sendiri berikut ini:
1. Temui dirimu sendiri. Seperti jatuh cinta kepada orang lain, sebelumnya perlu bertemu seseorang yang memikat hati. Begitu pula dalam berlatih jatuh cinta kepada diri sendiri. Temui dirimu sendiri … Gimana cara menemui diri sendiri? Luangkan waktu sejenak buat diam, hening, mata terpejam. Lalu tengoklah ke dalam dirimu sendiri. Kamu itu orang yang seperti apa? Apa kekuatanmu? Apa kelemahanmu? Apa yang kamu suka? Apa yang kamu tidak suka? Apa kesuksesanmu? Apa kegagalanmu?

Di langkah ini, jangan mengkritik diri sendiri ya. Sadari dirimu secara utuh, baik yang indah maupun yang sampah. Biasanya lebih sulit mencari sisi indahnya. Kalau kamu mau melihat dirimu secara utuh, keindahan itu akan kamu temukan kok. Kamu itu enggak sejelek yang kamu kira.

2. Cari tau dan kenalan lebih dekat dengan dirimu sendiri.
Sangat mungkin terjadi kita belum begitu kenal dengan diri kita sendiri. Karenanya, cari tau dan ajak kenalan. Setelah ini, mulailah eksplorasi dirimu sendiri. Tengoklah ke dalam. Sadari dirimu secara utuh. Baik juga buruknya.

3. Bersyukur atas hal-hal kecil nan sederhana.
Mungkin kamu tidak sempurna, tapi keunikan sederhana dari dirimulah yang membuatmu sempurna. Mulai belajar menerima diri secara utuh, sisi indahnya juga sampahnya. Bersyukur atas semua yang ada. Pelan-pelan kurangi menghakimi diri sendiri ya. Katakan dalam hati sepenuh hati: “Baik buruk yang ada dalam diriku membuat aku menjadi seutuhnya aku. Dan karena ketidaksempurnaan itu, aku pun menjadi sempurna apa adanya dan baik-baik aja.”

Untunglah selama ini saya pelan-pelan berlatih jatuh cinta kepada diri sendiri, karena kalau tidak, mungkin saya jadi gemar membenci diri sendiri dan tentu diikuti dengan kegemaran yang lain, yaitu gemar membenci orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *