7 Cara Menyaring Kegaduhan Digital

Kalau pikiranmu mulai lelah, pastikan kamu mulai merenungkan, apa saja yang membuat pikiranmu lelah. Kalau perlu, setiap kali kamu menyadari akar penyebab pikiranmu lelah, langsung tuliskan.

Belajar dari tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya, salah satu yang membuat pikiran saya lelah adalah: internet, teknologi digital, dan social media. Apakah kamu juga mengalami hal serupa?

Kalau iya … Pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana kita bisa menyaring gangguan-gangguan digital itu, biar pikiran kita enggak kelelahan?

Tentu saja kita ingin hidup tenang dan bahagia. Kita enggak ingin energi pikiran kita terkuras habis hanya untuk hal-hal remeh-temeh yang ada di saluran-saluran digital yang begitu riuh ramai.

Izinkan saya berbagi 7 cara yang saya pelajari untuk menyaring kegaduhan digital:
1. Saya mematikan sebanyak mungkin notifikasi aplikasi di hp saya. Termasuk notifikasi social media, messenger (WA), dan pesan yang masuk.
2. Saya baru belajar mengurangi kebiasaan saya untuk ngecek social media (seperti Twitter, Instagram, Facebook, dan sebagainya). Mungkin dalam sehari, masih ngecek berulang kali, tapi sekarang ini mulai saya batasi durasinya.
3. Saya menghapus akun atau menghapus aplikasi yang enggak benar-benar penting. Contohnya: Beberapa temen saya memakai Line dan Telegram. Saya sampai sekarang enggak memakai aplikasi itu.
4. Saya berhenti berlangganan sebanyak mungkin newsletter yang saya terima di email saya. Bahkan saya sampai mengganti email saya dengan email yang baru. Saya juga berniat membersihkan pertemanan di social media saya. Mending sedikit tapi “serigala” dan bermakna, daripada banyak tapi “domba” dan bikin menderita.
5. Pelan-pelan saya bilang ke teman-teman kalau saya termasuk orang yang lambat membalas pesan. Ini biar mereka enggak terlalu berharap ke saya, dan biar mereka enggak kecewa. Buat ngasih tau soal ini, saya enggak pakai autoresponder. Saya mending ngasih tau langsung ke orang-orang, dan meminta mereka untuk memakluminya serta memahami pilihan saya.
6. Saya menjadualkan rutinitas digital saya. Misal: Jam 8 pagi saya post tulisan saya. Setelah jam 7 malam, saya enggak buka social media. Jadi saya membatasi durasinya biar pikiran saya enggak kelelahan.
7. Kalau memang ada sesuatu terkait pekerjaan dan saya harus berinteraksi di dunia maya dengan durasi yang cukup lama, serta membalas pesan-pesan yang saya terima dengan segera … saya berusaha membicarakannya, supaya saya tetap masih punya waktu untuk mengistirahatkan pikiran saya dari kegaduhan digital. Contohnya: saya hanya online dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Di luar jam itu, saya perlu mengistirahatkan pikiran, atau melakukan hal-hal yang lebih penting lainnya.

Ketika saya mulai melakukan tips-tips tersebut, saya merasa lebih lega dan enggak mudah kelelahan. Gangguan-gangguan digital yang begitu gaduh berhasil saya saring.

Saya juga jadi punya lebih banyak waktu luang. Waktu luang buat apa? Buat mengistirahatkan pikiran dan menikmati keheningan.

Teman seperjalananmu dalam hening …
– Adjie Santosoputro

|  

One response to “7 Cara Menyaring Kegaduhan Digital”

  1. Ami Jasmine says:

    Saran yang bagus Mas Adjie,tidak terlalu sering diganggu medsos. Salam kenal yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *