Apa Bekalmu untuk Memulihkan Batinmu?

“Apa bekalmu untuk memulihkan batinmu?” Tanyanya dengan penuh penasaran.

Jawabku, “Tekad yang bulat dan niat yang kuat dari dalam diriku sendiri.”

“Kenapa?” Ia kian penasaran.

“Cara untuk memulihkan batin adalah dengan berlatih menikmati sunyi. Di tengah dunia yang, semakin lantang bersuara, semakin dihargai … Kalau tanpa tekad yang bulat dan niat yang kuat, aku akan selalu gagal berlatih menikmati sunyi.

Cara untuk memulihkan batin adalah dengan berlatih duduk diam dalam hening, bermeditasi, terutama di pagi-pagi buta. Di kala begitu banyak orang yang masih nikmat sekali tertidur pulas … Kalau tanpa tekad yang bulat dan niat yang kuat, aku akan selalu gagal berlatih menemui diriku sendiri di pagi hari.

Cara untuk memulihkan batin adalah dengan berlatih merasa nyaman dengan apapun yang sudah ada. Di tengah begitu gencarnya tuntutan untuk meraih, menggapai, mendapatkan lebih banyak lagi, lebih besar lagi, lebih hebat lagi. Yang harus dilakukan tak ada habisnya … Kalau tanpa tekad yang bulat dan niat yang kuat, aku akan selalu gagal berlatih merasa berkecukupan dengan segala yang udah kupunya.

Kalau tanpa tekad yang bulat dan niat yang kuat, aku akan selalu gagal berlatih menyadari setiap tarikan dan embusan napas, setiap momen di sini-kini dalam hidup sehari-hari.

Kalau tanpa tekad yang bulat dan niat yang kuat, aku akan selalu gagal untuk tekun berlatih memulihkan batinku. Latihanku hanya akan menjadi hangat-hangat tahi ayam. Dan energiku malah akan tercurah habis pada hal-hal yang enggak benar-benar penting.

Namun sampai sekarang ini pun tekadku masih perlu dibulatkan, dan niatku masih perlu dikuatkan.”