Cinta itu Beracun

Sekuntum mawar, dan orang-orang yang melihatnya berkata, “bunganya begitu indah.” Memang bunga itu terlihat indah, tapi itu bukan berarti durinya enggak ada. Meski sangat indah sekalipun, durinya tetaplah ada. Dan sewaktu-waktu bisa menusuk. Hanya saja keberadaannya seolah kalah oleh keindahan bunga.

Begitu pula hubungan cinta yang diharapkan sebagai penyembuh luka, malah bisa jadi beracun. Hubungan yang terlihat begitu mesra nan romantis, yang dipamerkan di IG, terbuka kemungkinan itu adalah hubungan cinta yang pelan-pelan sedang saling “meracuni”, saling menyakiti. Merasa berhak melakukan kekerasan kepada pasangan, atau rela disakiti pasangan, baik fisik maupun mental … dengan mengatasnamakan cinta, akan menjauhkan hubungan tersebut dari cinta yang sebenarnya. Hubungan cintanya jadi enggak sehat. Cinta yang beracun.

Sadari hubungan cintamu selama ini, baik hubunganmu dengan orang tuamu, anakmu, saudaramu, temanmu, pacarmu, maupun pasangan hidupmu. Apakah hubungan cintamu mengandung racun?

Saya sering merasa malu ketika sadar bahwa ternyata hubungan cinta saya mengandung racun, meskipun seolah-olah hubungan itu baik-baik saja. Terlebih setelah mempelajari lebih mendalam soal hubungan cinta yang sehat dan bahagia. Kita merasa sebagai orang yang terpelajar dan pintar, kita juga berbangga karena memeluk agama sesuai dengan yang kita yakini kebenaran dan kesuciannya, tapi kita seringkali terpeleset, terjatuh, bahkan terjungkal di dalam merawat hubungan cinta.

Berikut ini adalah 5 racun dalam hubungan cinta yang sangat perlu kita renungkan, sebagai bekal dalam perjalanan cerita cinta. Racun-racun ini berdasarkan sebatas pengalaman saya pribadi dan juga mendengarkan curhatan banyak orang selama ini.

1. Mengalihkan perhatian padahal ada masalah dalam hubungan
Racun ini terjadi ketika, daripada membicarakan baik-baik masalah yang sedang terjadi, kamu lebih memilih mengaburkan masalah itu dengan mengajak pasangan jalan-jalan atau membelikan hadiah yang sangat dia inginkan. Racun ini semakin menjadi-jadi karena masalahnya enggak terselesaikan, dan malah semakin membesar. Bisa meledak sewaktu-waktu.

Obat penawar racun ini adalah: keberanian untuk membicarakan baik-baik masalah yang terjadi.

2. Menganggap hubungan cinta layaknya matematika
Racun ini terjadi ketika kamu sibuk menyalahkan kesalahan yang diperbuat pasangan di masa lalu, hingga dia merasa bersalah. Lalu kamu menggunakan perasaan bersalahnya itu supaya dia memperbolehkanmu melakukan kesalahan yang serupa.

Obat penawar racun ini adalah: sebisa mungkin jangan menghubung-hubungkan momen saat ini, di sini-kini, dengan kejadian di masa lalu.

3. Membuat pasangan bertanggung jawab atas kebahagiaanmu
Setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri-sendiri. Kalau kamu merasa enggak bahagia, bukan berarti pasanganmu bertanggung jawab sepenuhnya untuk bikin kamu bahagia. Menyalahkan pasanganmu karena kamu enggak bahagia adalah salah satu tanda betapa egoisnya dirimu. Kalau kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada pasanganmu, demikian pula sebaliknya, maka yang terjalin bukanlah hubungan cinta, tapi perbudakan.

Obat penawar racun ini adalah: bertanggungjawablah atas kebahagiaanmu sendiri. Begitu pun pasanganmu perlu mandiri bertanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri.

4. Sikap pasif-agresif
Racun ini terjadi ketika kamu mendiamkan pasanganmu. Membiarkan dia bertingkah laku sebebas-bebasnya, seenaknya. Ini menandakan, kamu enggak menghargai dia sebagai seseorang yang kamu cintai. Dan juga ini menandakan, hubunganmu punya masalah komunikasi yang serius.

Obat penawar racun ini adalah: mulai buka jalinan komunasi sebaik mungkin. Komunikasi adalah pondasi setiap relasi. Kalau enggak bisa membenahi komunikasi, hubungan enggak mungkin serasi.

5. Sedikit-sedikit mengancam mengakhiri hubungan
Kalau kamu merasa enggak nyaman dalam suatu hubungan, maka sedikit saja pasanganmu enggak setuju denganmu, akan kamu anggap itu sebagai ancaman untuk mengakhiri hubungan. Padahal perbedaan pola pikir dan enggak sejalan dalam sudut pandang itu hal yang wajar dalam suatu hubungan. Begitulah kehidupan.

Obat penawar racun ini adalah: ketika ada perbedaan, enggak harus ditanggapi dengan ancaman mengakhiri hubungan. Gunakan ini untuk mengenal lebih utuh satu sama lain. Sehingga, kalau pondasi saling memahaminya sudah kuat, perbedaan yang tak seberapa enggak lagi dijadikan ancaman untuk mengakhiri hubungan.

Kita perlu mengerti benar bahwa merawat hubungan cinta yang benar-benar bebas dari racun itu enggak mudah. Hampir dikatakan, itu mustahil. Kita tidak bertujuan untuk mewujudkan hubungan cinta yang sempurna. Kita sebaiknya sadar bahwa paling tidak kita bisa mengurangi racun yang terkandung dalam hubungan cinta, supaya enggak menjalar ke mana-mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *