Enggak Bahagia Karena Istrimu Kurang Begini, Kurang Begitu?

Seorang suami kebingungan, “Aku udah selingkuh berulang kali sama beberapa perempuan, baik yang ketahuan sama istriku, maupun yang tidak … dalam rangka mencari kebahagiaan. Tapi anehnya, tetap aja aku enggak bahagia-bahagia. Malahan bahagia terasa menjauh. Kenapa ya?”⠀

Di awal, dalam cinta, kita pingin enaknya aja. Kalau pasangan bersikap sesuai keinginan, kita jadi lebih mencintainya. Kalau enggak sesuai keinginan, kita merasa berhak membencinya. Kita juga pingin pasangan yang selalu sama seperti di awal jatuh cinta. Maksudnya selalu muda, seromantis dulu kala.⠀

Namun, begitu kita punya kesadaran yang lebih tinggi, cara kita memahami cinta jadi berbeda. Dalam “mencintai” itu ada “tai” … maksudnya: dalam cinta, kita enggak bisa cuma mau enaknya saja. Kita pun perlu belajar menerima segala kekurangan pasangan. Menerima “tai”nya. Melalui cinta, kita juga diajari bahwa enggak ada yang selalu muda, enggak ada yang kekal abadi. Semuanya berubah. Semuanya menua.⠀

Kamu tau, kenapa ketika kamu bilang “aku mencintaimu” kepada dia yang kamu cintai itu adalah ungkapan yang begitu indah nan sakral?⠀
Karena dengan kamu bilang “aku mencintaimu”, kamu menyerahkan dirimu seutuhnya kepadanya, untuk menempuh perjalanan menua bersama, di tengah segala ketidakpastian, kejutan, dan perubahan, yang pasti terjadi dalam sejarah manusia.

Bukankah kamu dulu pernah bilang “aku mencintaimu” kepadanya?⠀
Jadi, kalau kamu sekarang merasa enggak bahagia dengan alasan istrimu kurang begini, kurang begitu … jangan harap kamu bisa bahagia, meski kelak kamu mendapatkan perempuan yang seolah ia bisa menutupi segala kekurangan istrimu.⠀
Karena cinta hanya akan menuntunmu kepada bahagia ketika kamu ikhlas menerima pasanganmu apa adanya.⠀

Sampai di sini kamu paham?

Teman seperjalananmu dalam hening …
– Adjie Santosoputro

|  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *