Sungkan Sama Tuhan

Saya pernah punya temen yang sangat baik hati. Dia rajin sekali nraktir saya makan, sering juga mbeliin saya pakaian. Bahkan mobil dan rumahnya rela dipinjamkan ke saya. Saya sempat curiga, dia pasti ada maunya. Saya langsung tanya ke dia. Dari jawabannya, dan dari sebatas saya mengamati gelagatnya, ia benar-benar tulus dan sama sekali enggak pamrih.

Selang beberapa saat, sayanya yang malah sungkan. Saya pun bilang gini kurang lebih, “Terima kasih ya. Sudah banyak yang kamu berikan ke saya. Ini semua sudah lebih dari cukup. Jadi tolong, enggak perlu ngasih ke saya lagi ya. Mulai sekarang, gantian lah saya yang nraktir ☕”

Kalau ada temenmu yang tulus ngasih macem-macem ke kamu, tanpa maksud apa-apa lho ya, kamu merasa sungkan ndak? Buat kebanyakan orang, tentu saja akan merasa sungkan ‘kan ya?

Ternyata pengalaman sungkan karena diberi macem-macem oleh seorang teman ini, memberi saya pelajaran …

Tentu saja ketimbang teman, Tuhan selama ini sudah ngasih lebih banyak hal ke kita, manusia. Tapi sudahkah kita merasa sungkan kepada Tuhan?
Pernahkah kita bilang ke Tuhan, “Terima kasih ya, Tuhan. Sudah banyak yang Tuhan berikan ke saya. Ini semua sudah lebih dari cukup, Tuhan. Jadi mohon, enggak perlu ngasih ke saya lagi ya, Tuhan. Gantian saya yang mempersembahkan diri kepadaMu”?

Ini akan mengusik ketakutan kita. “Kalau benar-benar enggak dikasih lagi gimana?” Tapi, bukankah kita perlu belajar pasrah dan merasa cukup? Bukankah siapapun yang merasa cukup, merasa enggak ada yang kurang lagi, segala yang ada di dunia ini akan menjadi miliknya?

Ketika keadaan enggak sesuai keinginan, kita berdoa agar Tuhan ngasih sesuatu, agar Tuhan mengubah keadaan. Bahkan cenderung memaksaNya. Kita semena-mena memerintah Tuhan. Kalau enggak kunjung terkabul, kita pun berani menyalahkanNya.

“Padahal berdoa kepada Tuhan agar mengubah keadaan itu kadang percuma. Karena Tuhan menciptakan keadaan itu untuk mengubah kita.”

Jadi, kalau keadaanmu sekarang enggak sesuai keinginanmu, Enggak perlu tergesa menuntut Tuhan ya. Tapi lebih baik belajarlah dulu ikhlas menerima, dan berdamai dengan keadaan. Saya pun masih sering menuntut Tuhan kok.

Ikhlas itu susah ya? Emang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *