Kamu Enggak Bisa Mengubah Hidupmu

“Kamu bisa mengubah hidupmu. Kamu selalu punya kesempatan buat mengubah hidupmu. Kamu harus yakin kamu bisa mengubah hidupmu” adalah semacam prinsip yang dipegang teguh oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia pelatihan motivasi dan pemberdayaan diri. Sementara banyak orang percaya bahwa, “aku bisa mengubah hidupku”, saya pernah melihatnya dari sudut pandang yang berseberangan.

Gimana itu sudut pandangnya?

Di awal, sudut pandang ini akan membuat banyak orang protes, enggak setuju. Karena budaya dalam dunia motivasi dan pemberdayaan diri selama ini menggantungkan dirinya pada prinsip, “Aku bisa mengubah hidupku”. Percaya berlebihan akan prinsip itu. Misal, kalau sekarang seseorang miskin, ia punya kesempatan buat mengubah hidupnya, sehingga ia bisa jadi orang kaya. Kalau sekarang hidupnya terasa menyebalkan, seseorang punya kesempatan buat mengubah hidupnya, supaya hidupnya menggembirakan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Jadi begini … Saya mengajakmu melihat dari sudut pandang yang berbeda. Mari kita beranggapan, kalau kita enggak bisa melakukan apapun untuk mengubah hidup kita masing-masing. Anggaplah kita seperti terjebak, terperangkap, terpenjara. Enggak bisa keluar dari keadaan yang sekarang kita alami. Prinsip yang dipegang teguh oleh orang-orang selama ini pun runtuh. Hukum yang berlaku menjadi, “Tidak ada cara untuk mengubah hidupmu. Kamu enggak bisa mengubah hidupmu. Kamu enggak punya kesempatan buat mengubah hidupmu”.

Bahwa “kamu bisa mengubah hidupmu” sebenarnya hanyalah sebatas materi promo, supaya jualan pelatihannya laris. Jadi itu enggak lebih dari sekadar tipuan, bualan. Kenyataannya, “kamu enggak bisa mengubah hidupmu, kamu enggak punya kesempatan buat mengubah hidupmu”.

Di tengah keadaan yang kita masing-masing alami sekarang ini … Apa yang kamu rasakan, ketika kamu sekarang ini percaya bahwa kamu enggak bisa mengubah hidupmu? Apa yang benar-benar kamu rasakan saat ini, ketika kamu percaya kalau tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keadaan?

Bukankah itu malah melegakan?

Dengan sudut pandang ini, kita jadi sadar bahwa tidak ada satu pun cara yang bisa kita lakukan buat mengubah hidup kita, apalagi buat mengubah dunia. Tidak ada. Ketika kita benar-benar menyadari akan hal ini, hati kita malah menjadi lebih tenang, enggak lagi memaksakan kehendak, enggak lagi mudah marah-marah. Napas kita pun tak lagi tergesa-gesa. Kita jadi manusia-manusia yang sederhana, sesederhana hanya jadi penonton atas apapun yang terjadi dalam hidup ini, penonton atas segala peristiwa yang datang silih berganti. Jarang, bahkan tidak ada, yang melakukan ini sebelumnya, apalagi orang-orang yang berprinsip, “Aku bisa mengubah hidupku”.

Hanya jadi penonton, hanya mengamati sepenuhnya … sepertinya sangat gampang dilakukan. Tapi, saking gampangnya, saking begitu sederhananya, banyak orang yang meremehkannya, menganggap ini enggak layak dilakukan. Dianggap percuma, sia-sia.

Namun, pernahkah kita hanya mengamati sepenuhnya keadaan yang kita alami sekarang ini?
Pernahkah kita hanya mengamati sepenuhnya satu per satu upaya yang telah kita lakukan selama ini dalam rangka mengubah keadaan hidup kita?

Hanya mengamati sepenuhnya yang terjadi … Mengamati lebih mendalam keadaan yang kita alami sekarang ini. Ini selaras dengan pesan dari Alan Watts.

Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam kemiskinan yang kita alami.
Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam jeratan hutang yang seolah tak mau lepas dari diri kita.
Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam kegagalan perjalanan karir dan pekerjaan.
Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam keadaan terkait bisnis yang kita geluti selama ini yang tak kunjung sukses, dan malah di ujung kehancuran.
Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam cerita hubungan cinta yang lebih sering bikin air mata menetes, pertengkaran keluarga, dan perceraian yang sebenarnya tidak kita inginkan.
Mengamati sepenuhnya dan menengok lebih mendalam sakit yang menemani kita.

Ketika kita hanya mengamati sepenuhnya, menengok lebih mendalam, keadaan yang kita alami sekarang ini … janganlah kita sok tahu, jangan tergesa-gesa merasa tahu seutuhnya, jangan terburu-buru menyimpulkan akan yang sebenarnya sedang kita alami sekarang ini.

Semakin dilihat lebih mendalam, ternyata menjadi lebih sederhana, dan semuanya sudah baik adanya. Tidak perlu lagi ada yang diubah. Dan biasanya, ketika keinginan untuk mengubah tak ada lagi, keadaan berubah dengan sendirinya menjadi damai.

|