Terima Kasih

Cara sederhana mengistirahatkan pikiran buat pemula itu seperti ini:
Tarik napas, dalam hati sepenuh hati katakan, “Terima …”
Embuskan napas, dalam hati sepenuh hati katakan, “Kasih …”
Lalu dalam hati sepenuh hati katakan, “Terima kasih …”

Arahkan perhatianmu hanya di tarikan dan embusan napasmu. Hanya sadari tarikan napasmu … napasmu masuk, sadari dari hidung masuk ke paru-paru.
Hanya sadari embusan napasmu … napasmu keluar, sadari dari paru-paru keluar di hidung.

Pikiranmu pasti akan mengembara, mikirin ini dan itu. Pasti itu. Enggak pa-pa. Enggak masalah. Saat kamu sadar pikiranmu sibuk ke sana ke mari … senyum aja, dan pelan-pelan ajak kembali pikiran ke napas. Kembali sadari napas. Mungkin kamu agak jengkel, karena kamu jadi menyadari pikiranmu sibuk mikirin ini dan itu. Sekali lagi, enggak pa-pa kalau pikiranmu begitu. Semua manusia juga gitu. Namanya juga latihan, jadi beberapa waktu di awal pasti belum bisa. Teruskan latihan dengan sabar ya …
Lagipula, latihan mengistirahatkan pikiran ini sebenarnya latihan menyadari pikiran yang ke sana ke mari itu. Jadi, selama kita menyadari gerak-gerik pikiran kita sendiri, bisa dikatakan kita sudah berlatih mengistirahatkan pikiran.

Luangkanlah waktu hanya 2 menit saja dulu … Mungkin kamu rasa 2 menit itu terlalu sebentar. Enggak pa-pa. Dimulai dari hanya 2 menit dulu, tapi kamu lakukan setiap hari selama seminggu. Kalau udah konsisten setiap hari, baru durasi ditambah. Pelan-pelan aja. Lama-lama kamu berlatih 10 menit setiap hari.

Latihan mengistirahatkan pikiran adalah latihan bersyukur, latihan berhenti menginginkan, latihan merasa sudah cukup. Semuanya sudah baik adanya. Oleh karena itu, dalam latihan ini, saya menggunakan kata “Terima kasih”.

Selamat berlatih 🙏

Temanmu seperjalanan dalam hening …
– Adjie Santosoputro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *