Komedi dan Kesadaran

< 1

Semalam saya nonton standup comedy special ke 2 dari Arie Kriting: “Mungkin Ada Benarnya”

Dibuka sama host trio “PAK”: Priska Baru Segu, Ardit Erwandha, Kristo Immanuel.

Opener: Boah, Upit, Oki, pecah membawakan materi sesuai personanya masing-masing.

Surprise buat penonton: Indah Permatasari tampil juga di tengah show.

Pagi ini, saya jadi sadar soal: Kenapa kita bisa ketawa nonton komedi? Salah satunya karena kita jadi berjarak sama diri sendiri & ngliat ego kita sendiri.

Ketika kita tertawa, salah satunya sebenarnya kita menertawakan diri sendiri. Kebiasaan, pola pikir, drama hidup yang kita alami, kebodohan kekonyolan kita, yang disampaikan oleh komedian. Itulah kenapa ketawa begitu perlu kebesaran hati untuk meruntuhkan ego.

Kita ketawa bukan karena itu asing, tapi justru karena itu relate, bahkan sangat dekat sama kita, yaitu diri kita sendiri. Dan menariknya, saat kita ketawa, kita jadi ada jarak sama diri sendiri, sama ego kita. Kita jadi ngliat diri sendiri. Kalo tanpa emosi, kita ngliatnya dari kesadaran, maka kita akan tertawa.

< 1

Tinggalkan Balasan

Tinggalkan Balasan

Aku Bukan Tubuh dan Pikiran, Siapa Aku?

Kamu pulih ketika kamu mengenal dirimu sendiri yang sesungguhnya. Siapa sesungguhnya “aku”? Seorang teman cerita ke saya kemarin sore, sambil duduk berdua di teras kecil rumahnya, “Aku pernah ngerasa kehilangan semuanya. Bukan cuma orang, tapi arah. Kayak, apa pun yang dulu aku pikir penting, tiba-tiba jatuh satu-satu. Aku kehilangan pekerjaan, kehilangan hubungan yang aku kira akan jadi selamanya, bahkan kehilangan...

Adjie SantosoPutro

SEHAT MENTAL MELALUI KESADARAN

Seorang praktisi kesehatan mental dengan pengalaman lebih dari 10 tahun yang senantiasa berbagi seputar cara pemulihan batin melalui hidup berkesadaran yang mudah dipraktikkan sehari-hari, terutama oleh masyarakat urban yang sibuk, read more.. 

Digital Course

Tidak ada lagi sesi yang bisa ditampilkan.

KOLABORASI & MENGUNDANG