Apa itu Luka Batin?

2 menit

Orang dekatmu enggak sadar, enggak peduli soal luka batin? Ini tulisan buat orang yang enggak sadar, enggak peduli soal luka batin.

Luka batin itu bukan sebatas soal kejadian yang kamu alami, tapi lebih ke gimana kondisi batinmu akibat mengalami kejadian itu.

Itulah kenapa orang bisa mengalami kejadian yang sama, tapi dampaknya beda. Yang satu kondisi batinnya bisa baik-baik aja, tapi yang satunya bisa aja terluka parah.

Karena ya itu tadi, luka batin itu bukan semata soal apa yang terjadi, tapi lebih ke gimana kejadian itu tersimpan dalam pikiran, perasaan, dan badan kita.

Luka batin itu seperti bekas paku yang menancap di kayu lalu dicabut. Bekas itu masih ada sampai sekarang meski kejadiannya udah lama berlalu.

Luka batin itu, meski kejadian melukai udah dulu di masa lalu, udah lama berlalu, tapi energi luka masih ada di dalam diri kita. Dan mengkondisikan batin kita, memprogram batin kita.

Sehingga kita bereaksi kepada apapun yang kita alami sekarang di hidup saat ini berdasarkan program itu. Apalagi saat kita ke-trigger. Kita jadi menjalani hidup berdasarkan luka.

Contoh: Seorang anak yang sering dimarahi mungkin tumbuh menjadi orang yang selalu takut berbuat salah. Seorang anak yang ditinggalkan bapaknya mungkin tumbuh dengan sering merasa kesepian. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Jadi luka batin itu bisa muncul dalam berbagai bentuk: Mudah cemas atau takut, sulit mempercayai orang lain, merasa enggak berharga, people pleasing, berlebihan takut ditolak, mudah tersinggung atau marah, sulit merasa aman meskipun keadaan sebenarnya aman, dan semacamnya.

Luka batin juga enggak selalu berasal dari kejadian besar seperti kekerasan atau musibah. Kadang luka batin bisa dari pengalaman yang berulang.

Contoh: Enggak merasa dicintai, enggak didengarkan, sering dibanding-bandingkan, hidup dalam rumah yang penuh konflik, orang tua enggak hadir secara emosional, dan sebagainya.

Kalo soal pemulihan batin, tentu enggak berarti mengubah masa lalu. Karena gimana pun kita enggak bisa mengubah masa lalu.

Selalu enggak ada kabar baru dari masa lalu.

Enggak berarti juga berusaha melupakan masa lalu. Tapi menyadari ingatan sebatas ingatan, bukan kenyataan saat ini, di sini, kini.

Jadi masa lalu itu, luka itu enggak lagi mengendalikan kita dalam melihat diri sendiri, orang lain, dan dalam menjalani hidup ini.

2 menit

Tinggalkan Balasan