Sebenar-benarnya cinta justru membuatmu menemukan dirimu sendiri. Kamu tidak kehilangan dirimu sendiri. Karena kamu sudah mengenal siapa dirimu yang sesungguhnya. Di sebuah kafe kecil yang sepi di Tebet, meja kayu, dua cangkir kopi, dan dua orang yang sudah menjalin relasi selama tiga tahun: Rani dan Galang. “Aku nggak tahu kenapa,” kata Rani pelan, “tapi akhir-akhir […]
Seringkali “kamu mencintai dia” itu sebenarnya bukan “kamu mencintai dia”. Tapi hanyalah “kamu takut kehilangan dia”. Ke orang tuamu, keluargamu, pasanganmu, atau anakmu. Seringkali yang kita sebut “cinta” dan “mencintai”, sebenarnya hanyalah pembesaran ego yang ingin memiliki. “Jadi… kamu benar-benar mau pindah?” tanya Neva pelan. Arka mengangguk, tersenyum tipis, “Sudah waktunya, Va. Tawaran itu datang […]
Perselingkuhan tidak hanya sebagai skandal moral, tapi sebagai tanda adanya isu yang lebih dalam. Perselingkuhan bukan hanya soal hadirnya orang ketiga. Pasangan yang berselingkuh, yang membuka pintu juga bertanggung jawab, bukan hanya yang datang dan mengetuknya. Yang mengkhianati bukan orang ketiga. Yang mengkhianati adalah dia yang pernah berjanji setia. Di sudut ruang kerja itu, duduk Restu […]
Relasimu sebenarnya mengajarimu sesuatu. Dari relasimu, kamu belajar apa? Awan mendung sudah menggantung rendah pagi itu. Di sebuah warung sarapan kecil, Langit dan Tama duduk berseberangan. Dua gelas teh masih mengepulkan aroma hangat, tapi suasana hati Tama terasa begitu kedinginan. “Aku capek, Lang,” kata Tama pelan. “Kayaknya hubunganku sama Dita makin ribet tiap hari. Kayak… […]
Apa yang membuatmu sulit move on, sulit melepas dia? Makin berusaha melepas, justru makin terikat? Tadi malam, temen saya tiba-tiba ngajak ketemu. Kami duduk di bangku panjang di coffee shop, yang biasa sepi kalau udah lewat jam delapan. Dia bawa cerita, saya bawa telinga. Dia buka obrolan pelan-pelan. “Kamu pernah gak sih, mikir udah move on… […]

Menemani perjalanan batin kembali ke rumah diri. Berbagi renungan tentang kejernihan pikiran, melepaskan keterikatan rasa, dan menghargai ritme hening kehidupan sehari-hari.
Rata-rata 4.8 menit dihabiskan untuk membaca satu renungan secara utuh tanpa terburu-buru.
Sapaan hangat di akhir pekan. Satu refleksi esensial yang ditulis langsung oleh Mas Adjie untuk menemani ruang bernapas Anda.