Masa lalu, termasuk kejadian yang melukai batinmu itu sekarang hanya ada sebatas ingatan. Masalah sebenarnya bukanlah masih munculnya ingatan itu. Masalah sebenarnya adalah energi emosi yang muncul mengikuti ingatan itu. Yang kamu sebut “masa lalu” itu sebenarnya sekarang cuma ada dalam bentuk pikiran, ingatan di kepala. Secara nyata, kejadian itu udah selesai. Udah nggak ada […]
Semalam saya nonton standup comedy special ke 2 dari Arie Kriting: “Mungkin Ada Benarnya” Dibuka sama host trio “PAK”: Priska Baru Segu, Ardit Erwandha, Kristo Immanuel. Opener: Boah, Upit, Oki, pecah membawakan materi sesuai personanya masing-masing. Surprise buat penonton: Indah Permatasari tampil juga di tengah show. Pagi ini, saya jadi sadar soal: Kenapa kita bisa […]
Menurutmu, tanpa identitas, label, gelar, tipe kepribadian, desain manusia yang dikategorikan, “aku adalah ini, aku adalah itu,” tanpa diri secara konseptual… Siapa yang kita sebut sebagai “aku”? Siapa “aku”? Siapa sebenar-benarnya “aku”? Sudah lama saya itu penasaran sekaligus bingung dengan jawaban dari pertanyaan: “Siapa aku?” “Siapa sebenar-benarnya aku ini?”. Saking bingungnya, jawabannya saya bawa bercanda: […]
Putusnya sebuah hubungan seringkali tidak datang layaknya ledakan yang keras. Tidak ada pintu yang dibanting. Tidak ada teriakan. Melainkan kesepian yang aneh hingga menjelma jadi perasaan kosong. Seperti rumah yang masih berdiri, tapi penghuninya sudah lama pergi. Tidak ada yang benar-benar salah, tapi ada yang terasa hilang. Bukan cuma seseorang, tapi diri sendiri juga terasa […]
Kalau kamu selalu mikirin orang lain, lalu kapan kamu mikirin dirimu sendiri? Jujur pada diri sendiri itu penting. Menyadari dulu perasaan yang muncul di dalam diri itu lebih utama daripada selalu tergesa bereaksi menyenangkan orang lain. Iya, sering kita udah tau itu, tapi cuma berhenti di tau, nggak berlanjut ke dilakukan. Suatu sore, seorang teman […]
Trauma bisa membuat kita hanya hidup di kepala. Akibatnya kita terus waspada, terus siaga, seolah tidak pernah benar-benar aman. Senja itu saya duduk di sebuah taman. Orang-orang sibuk dengan ponselnya, ada juga yang saling berbicara tapi tanpa benar-benar mendengar. Saya memperhatikan langit yang berubah warna, tetapi pikiran saya sendiri justru juga sedang berisik, saling berkejaran, […]
Banyak orang tumbuh dengan “kursi kosong” dalam hidupnya. Rasa kehilangan, kesepian, atau tidak hadirnya sosok yang seharusnya hadir semasa kecil. Ruang kosong itu sering muncul lagi di hubungan, pekerjaan, bahkan mempengaruhi kesehatan fisik. Kita perlu menemui kosong dan perlahan belajar menerima kosong sebagai kosong. Sejak kecil, saya terbiasa melihat satu kursi kosong di ruang makan. […]
Trauma berakibat membentuk narasi diri yang terluka: “Aku enggak layak dicintai,” “Aku enggak penting,” dan sebagainya. Dan kita tanpa sadar memakai narasi diri itu untuk menjalani hidup ini. Pada suatu malam, saya duduk sendirian di kamar, memandang kosong ke langit-langit. Tiba-tiba muncul pikiran di kepala yang berawal samar lalu perlahan menguat, “Kamu enggak layak dicintai.” […]
Bayangkan tubuh seperti hard disk komputer, yang menyimpan emosi lama yang belum selesai diurai. Pernah suatu sore saya sedang duduk santai, membaca buku. Tidak ada yang istimewa. Tiba-tiba terdengar suara pintu dibanting cukup keras. Seketika tubuh saya menegang. Jantung berdegup lebih cepat. Pikiran langsung curiga: “Ada yang marah, ya?” Padahal, orang yang menutup pintu itu mungkin hanya […]
Ketika Dunia Terlalu Bising Pernah nggak sih merasa capek banget dengan dunia? Bangun pagi, buka ponsel, isinya berita perang, komentar penuh kebencian, orang pamer pencapaian, politik yang itu-itu lagi. Kadang saya merasa dunia ini seperti keramaian pasar yang penuh teriakan, dan saya cuma ingin menutup telinga. Tapi anehnya, mau nggak mau, saya tetap harus hidup […]

Menemani perjalanan batin kembali ke rumah diri. Berbagi renungan tentang kejernihan pikiran, melepaskan keterikatan rasa, dan menghargai ritme hening kehidupan sehari-hari.
Rata-rata 4.8 menit dihabiskan untuk membaca satu renungan secara utuh tanpa terburu-buru.
Sapaan hangat di akhir pekan. Satu refleksi esensial yang ditulis langsung oleh Mas Adjie untuk menemani ruang bernapas Anda.