Kamu memaksa diri bertahan di relasi toxic, karena merasa sudah mengorbankan banyak hal? (Sunk Cost Fallacy) Di ruang pantry kantor yang bau kopi, Nina duduk di kursi sambil menunduk melihat lantai. Hana berdiri di depannya, bersandar ke meja kecil tempat microwave biasa berdengung. “Lima tahun, Han,” kata Nina, suaranya pelan tapi ada nada getir di […]
Teknik, metode memulihkan trauma, justru bikin sulit pulih? Kalau pake teknik, metode, lalu apa bedanya kita sama mesin? Di sebuah kantor konsultan kreatif yang cukup banyak beanbag dan aroma kopi, dua rekan kerja duduk berdampingan di salah satu ruang: Nina, staf HR yang tampak tenang tapi sering di dalam dirinya tegang, dan Vino, desainer yang […]
Kamu sibuk ngeberesin yang di luar, tapi yang di dalam masih terluka parah? Kami berjalan beriringan di pinggiran taman kota. Jalan setapak berkerikil, pohon-pohon tinggi, dan suara burung yang samar di kejauhan. Langit mulai menguning, udara sore menggantung seperti jeda panjang sebelum malam. Temanku menunduk sambil menatap langkahnya sendiri. “Lucu ya… aku pikir, begitu resign […]
Cinta + Filter Keterpisahan = Kebencian? Sore itu, kami duduk berdua di bangku kayu yang agak udah lapuk, di bawah pohon yang daunnya berguguran pelan. Matahari nyaris tenggelam. Angin berhembus pelan. Teman saya diam cukup lama sebelum akhirnya bicara, “Aku benci dia,” katanya lirih, tapi tegas. Saya menoleh pelan, menunggu tanpa menyela. “Dulu aku enggak […]
Orang yang ngomongin kamu itu bahkan enggak benar-benar kenal dirinya sendiri. Lalu kenapa omongannya gampang bikin kamu sakit hati? Di depan sebuah minimart yang sudah larut malam, Awan duduk berhadapan dengan sahabat lamanya, Langit. Gerimis turun pelan, membuat suasana terasa seperti ruang tunggu bagi pikiran-pikiran yang belum sempat dibereskan. “Hidupku kok kayak gini banget ya,” […]
Konten-konten tentang self love, kamu ikuti, kamu berusaha self love, tapi jadinya kamu justru jadi self centered, selfish? Di sebuah warung kopi yang sepi pengunjung, dekat jendela, teman saya menatap kosong ke cangkirnya yang tinggal separuh. “Aku capek,” katanya, tanpa perlu ditanya. “Capek kenapa?” tanya saya sambil mengaduk teh panas yang sudah mulai hangat. “Capek […]
Kamu mengejar kebahagiaan atau ternyata kamu cuma mengejar ilusi kebahagiaan? Tadi sore, tanpa sengaja ketemu temen saya di sebuah rumah makan. Duduk di tengah ruangan, di meja ada minuman yang saya berasumsi itu minuman panas yang sekarang sudah dingin. Setelah beberapa saat ngobrol, tatapannya kosong, tapi nadanya tajam. “Aku capek,” katanya. “Capek kenapa?” tanya saya. […]
Kamu benar-benar pulih atau cuma merasa lebih baik? Di sebuah coffee shop kecil, ada dua sahabat bernama: Lilo dan Sora. Sore itu mereka duduk di bangku dekat sudut ruangan, minum kopi, ngobrol hal-hal random, hahahihi, tapi kadang berdua juga diam. Lilo sejak datang memang wajahnya sudah kusut. Di kali ke sekian dia mengangkat cangkir mau […]
Kesepian (loneliness) berbeda dengan kesendirian (aloneness). Apa bedanya kesepian dan kesendirian? Tiap malam, Langit duduk di kafe kecil dekat rumahnya. Selalu sendirian, selalu dengan teh yang sama. Hingga suatu malam, Alya muncul tanpa sengaja. Mereka dulu teman SMA. Sudah lama tak bertemu. “Lama banget ya nggak ketemu,” kata Alya sambil menarik kursi di hadapannya. “Iya. […]
Apa yang membuatmu sulit move on, sulit melepas dia? Makin berusaha melepas, justru makin terikat? Tadi malam, temen saya tiba-tiba ngajak ketemu. Kami duduk di bangku panjang di coffee shop, yang biasa sepi kalau udah lewat jam delapan. Dia bawa cerita, saya bawa telinga. Dia buka obrolan pelan-pelan. “Kamu pernah gak sih, mikir udah move on… […]

Menemani perjalanan batin kembali ke rumah diri. Berbagi renungan tentang kejernihan pikiran, melepaskan keterikatan rasa, dan menghargai ritme hening kehidupan sehari-hari.
Rata-rata 4.8 menit dihabiskan untuk membaca satu renungan secara utuh tanpa terburu-buru.
Sapaan hangat di akhir pekan. Satu refleksi esensial yang ditulis langsung oleh Mas Adjie untuk menemani ruang bernapas Anda.