Pernah gak sih, bingung harus ngapain waktu orang terdekat, sikapnya dipengaruhi trauma masa lalunya (trauma response)? Kami duduk di bangku coffee shop, di deket pohon yang daunnya basah gara-gara hujan tadi pagi. Sore yang mendung, seperti udara setelah hujan. Teman saya, panggil saja Nadia, menatap ke kejauhan. Tangannya menggenggam cangkir kopi. “Aku bingung banget,” katanya […]
Generasi tua, orang tua, pejabat, politisi, sering bilang masa depan di tangan generasi muda. Tapi kenyataannya, mereka sangat mengekang? Senin pagi. Di lantai tujuh gedung kantor startup yang mengklaim dirinya “inovatif dan disruptif,” Nara duduk di ruang meeting. Di depannya, layar menampilkan slide dengan tulisan besar: “Youth-Driven Innovation: The Future Is You.” Rio, manajernya yang […]
Kamu memaksa diri bertahan di relasi toxic, karena merasa sudah mengorbankan banyak hal? (Sunk Cost Fallacy) Di ruang pantry kantor yang bau kopi, Nina duduk di kursi sambil menunduk melihat lantai. Hana berdiri di depannya, bersandar ke meja kecil tempat microwave biasa berdengung. “Lima tahun, Han,” kata Nina, suaranya pelan tapi ada nada getir di […]
Teknik, metode memulihkan trauma, justru bikin sulit pulih? Kalau pake teknik, metode, lalu apa bedanya kita sama mesin? Di sebuah kantor konsultan kreatif yang cukup banyak beanbag dan aroma kopi, dua rekan kerja duduk berdampingan di salah satu ruang: Nina, staf HR yang tampak tenang tapi sering di dalam dirinya tegang, dan Vino, desainer yang […]
Kamu sibuk ngeberesin yang di luar, tapi yang di dalam masih terluka parah? Kami berjalan beriringan di pinggiran taman kota. Jalan setapak berkerikil, pohon-pohon tinggi, dan suara burung yang samar di kejauhan. Langit mulai menguning, udara sore menggantung seperti jeda panjang sebelum malam. Temanku menunduk sambil menatap langkahnya sendiri. “Lucu ya… aku pikir, begitu resign […]
Pemulihan bukan pencapaian. Makin kamu berusaha mencapainya, pulih malah makin menjauh? Dina mengetuk-ngetuk ujung pulpen ke meja. Jam menunjukkan pukul 18.43. Kantor mulai sepi. Laporan keuangan masih setengah jalan. Tapi pikirannya sudah lari ke tempat lain, lebih tepatnya, ke pertanyaan yang dilempar Langit tadi siang. “Menurutmu, pulih, kondisi pulih, pemulihan itu apa?” Begitu kata Langit […]
Selama ini kamu nggak pernah jadi diri sendiri? Tanpa sadar kamu sibuk membandingkan diri dengan orang lain, pingin jadi orang lain? Malam itu, hujan turun pelan. Di bawah atap halte kosong, Nara dan Jati berdiri berdampingan, menunggu reda. “Kamu jadi ikut pelatihan manajerial itu?” tanya Jati, tangannya dimasukkan ke jaket. Nara mengangguk pelan, “Iya. Disarankan […]
Cinta + Filter Keterpisahan = Kebencian? Sore itu, kami duduk berdua di bangku kayu yang agak udah lapuk, di bawah pohon yang daunnya berguguran pelan. Matahari nyaris tenggelam. Angin berhembus pelan. Teman saya diam cukup lama sebelum akhirnya bicara, “Aku benci dia,” katanya lirih, tapi tegas. Saya menoleh pelan, menunggu tanpa menyela. “Dulu aku enggak […]
Orang yang ngomongin kamu itu bahkan enggak benar-benar kenal dirinya sendiri. Lalu kenapa omongannya gampang bikin kamu sakit hati? Di depan sebuah minimart yang sudah larut malam, Awan duduk berhadapan dengan sahabat lamanya, Langit. Gerimis turun pelan, membuat suasana terasa seperti ruang tunggu bagi pikiran-pikiran yang belum sempat dibereskan. “Hidupku kok kayak gini banget ya,” […]
Konten-konten tentang self love, kamu ikuti, kamu berusaha self love, tapi jadinya kamu justru jadi self centered, selfish? Di sebuah warung kopi yang sepi pengunjung, dekat jendela, teman saya menatap kosong ke cangkirnya yang tinggal separuh. “Aku capek,” katanya, tanpa perlu ditanya. “Capek kenapa?” tanya saya sambil mengaduk teh panas yang sudah mulai hangat. “Capek […]
Menemani perjalanan batin kembali ke rumah diri. Berbagi renungan tentang kejernihan pikiran, melepaskan keterikatan rasa, dan menghargai ritme hening kehidupan sehari-hari.
Sapaan hangat di akhir pekan. Satu tulisan untuk menemani ruang pulih.